Jumat, 29 Maret 2013

Asal Mula & Hakikat Bahasa


ASAL MULA DAN HAKIKAT BAHASA

A.    Asal Mula Bahasa
Banyak beberapa permasalahan mengenai asal mula bahasa pertama kali di dunia, bahasa yang pertama kali digunakan manusia dan bagaimana cara manusia itu sendiri menguasai bahasa tersebut.
Bahasa pertama kali dimulai dari Mesir, bahwa sekitar abad ke-17 SM, seorang Raja Mesir Psammetichus mengadakan eksperimen terhadap bayi yang dibesarkan di hutan dengan cara pengasuhan tanpa bersentuhan dengan bahasa apapun. Setelah berusia dua tahun, bayi tersebut mengucapkan kata pertamanya yaitu “becos” yang artinya adalah roti dalam bahasa Phrygia atau Mesir Kuno. Setelah cerita ini, semua orang Mesir menganggap bahwa bahasa Mesir kuno adalah bahasa pertama di dunia ini.
Berdasarkan teori yang ada, bahwa bahasa bersumber dari Tuhan. Dalam kitab suci agama islam disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah : 31 dan Q.S. Ar-Rum : 22, bahwa Adam sebagai manusia pertama yang ditetapkan oleh Allah dengan berbagai kemampuan yang dibekalkan kepadanya, termasuk kemampuan berbahasa.
Pandangan  lain tentang asal mula bahasa manusia dikemukakan oleh salah seorang filsuf Yunani yang bernama Socrates, menyatakan bahwa onomatopea atau peniruan bunyi-bunyi alam merupakan dasar asal mula bahasa. Menurut pandangan ini, kata-kata yang paling sederhana dapat berupa tiruan bunyi alam yang didengar manusia dar lingkungannya. Akan tetapi, teori-teori yang dikemukakan oleh Socrates mendapat banyak kritik, karena tidak dapat membuktikan semua kata dapat dihubungkan dengan bunyi-bunyi alam.
Jadi, menurut saya pribadi, bahasa manusia itu berasal dari Nabi Adam. Sebagaimana yang telah dipaparkan dengan jelas pada Q.S. Al-Baqarah : 31 dan Q.S. Ar-Rum : 22, bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang diturunkan ke muka bumi ini dengan memiliki berbagai kemampuan yang telah dibekalkan, termasuk dalam hal berbahasa.

B.     Hakikat Bahasa
Bahasa adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dilepas dalam kehidupan manusia. Bahkan tanpa kita sadari, bahwa sejak pagi hingga malam, kita selalu menggunakan bahasa, misalnya bahasa yang berbentuk tulis maupun lisan akan sering kita jumpai selama hidup ini.
Seorang tokoh dari Yunani Latin yaitu Aristoteles, mengemukakan bahwa bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran, perasaan atau gagasan kepada orang lain. Berikut ini ada beberapa hakikat bahasa berdasarkan para penganut Tata Bahasa Struktural. Tata Bahasa Struktural adalah aliran yang memberikan batasan bahasa sebagai suatu sistem tanda yang arbitrer dan bersifat konvensional.
1.      Bahasa merupakan Suatu Sistem
Sebagai suatu sistem, bahasa bersifat sistematik dan sistemik, karena bahasa memiliki kaidah-kaidah yang terdiri atas beberapa subsistem seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, serta leksikon dan semua subsistem itu masing-masing saling berkaitan satu sama lainnya.
2.      Bahasa merupakan Simbol atau Lambang Bermakna
Pada dasarnya bahasa adalah perpaduan antara konsep penanda (signifiant) dan konsep petanda (signifie). Signifiant merupakan wujud bahasa yang berupa lambang-lambang ujaran dalam bahasa. Sedangkan Signifie merupakan unsur yang ada dibalik simbol atau konsep yang ditandai oleh signifiant tadi. Menurut Ferdinand de Saussure, sistem bahasa terbagi menjadi tiga macam, yaitu Langage, Langue, dan Parole. Langage adalah sebuah bahasa yang universal, misalnya Bahasa Internasional. Kemudian Langue adalah sebuah bahasa tertentu yang dimiliki oleh satu kelompok atau lebih, misalnya Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa bangsa. Sedangkan Parole adalah sebuah bahasa yang dimiliki oleh perseorangan atau individu yang biasa disebut dengan ujaran, misalnya dalam suatu kelas pasti berbeda-beda bahasa seperti sunda, jawa, dan sebagainya.
3.      Bahasa Bersifat Arbiter dan Konvensional
Arbitrer, biasa disebut dengan manasuka bahasa. Maksud dari uraian tersebut adalah bentuk bahasa yang tidak memiliki aturan yang mengikat. Meskipun demikian, manasuka bahasa tetap dibingkai oleh sebuah kesepakatan bersama, misalnya, setiap negara pasti memiliki bahasanya masing-masing, seperti yang dijelaskan di point kedua yaitu Langue. Langue adalah sebuah turunan setelah Langage, maksudnya adalah dari sebuah bahasa yang universal menjadi bahasa perkelompok manusia dalam satu rumpun kesatuan.
Meskipun demikian, kemanasukaan bahasa (arbitrer) harus juga diikuti oleh aturan-aturan yang berlaku (konvensional), sehingga kemanasukaan bahasa dapat terawasi dan terjaga dari pelampauan batas kualitas berbahasa, misalnya yang sering kita gunakan adalah Bahasa Gaul. Akan tetapi, bahasa tersebut pasti ada batasnya juga. Bahasa gaul pasti harus ada filter bahasa agar tidak menembus norma-norma yang berlaku.
4.      Bahasa Dihasilkan oleh Alat Ucap
Dalam linguistik, kita mempelajari bagaimana bahasa itu diproduksi. Itu semua terdapat dalam cabang Ilmu Mikrolinguistik, yaitu Fonologi. Kemudian bercabang menjadi Fonetik Artikulatoris. Jadi, Linguistik pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana bahasa itu diproduksi.
Akan tetapi semua ini tanpa bersentuhan dengan hal-hal yang ada di luar ilmu bahasa. Karena pada dasarnya Fonetik Artikulatoris adalah sebuah cabang dari Mikrolinguistik yang pada dasarnya tanpa bersentuhan dengan hal-hal di luar ilmu bahasa.
KARAKTERISTIK KHAS BAHASA

Charles F. Hockett mengemukakan karakteristik bahasa, yaitu tidak dibatasi tempat dan waktu, keproduktifan, berpola ganda, dan transmisi budaya. Sedangkan menurut Yale, karakteristik bahasa ada enam macam, yaitu tidak dibatasi tempat dan waktu, keproduktifan, keterpenggalan, kesemenaan, dan transmisi budaya.
1.    Tidak Dibatasi Tempat dan Waktu
Maksudnya adalah bahasa dipergunakan untuk mengkomunikasikan peristiwa masa lalu, bahkan peristiwa yang akan datang, dan bisa dikmunikasikan dimana saja dan kapan saja.
2.    Keproduktifan
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa bahasa bersifat produktif. Misalnya banyak timbul bahasa-bahasa baru dari semua orang, seperti bahasa baru yang biasa disebut bahasa gaul.
Dalam bahasa, dikenal istilah kekreatifan gramatikal dan kekreatifan semantik. Maksudnya adalah manusia dapat menciptakan struktur-struktur bahasa dengan makna-makna yang baru. Karakteristik ini disebut keproduktifan. Aspek keproduktifan dalam bahasa manusia memberi kemungkinan bahwa manusia dapat memahami apa yang belum pernah diucap dan didengar sebelumnya.
3.    Berpola Ganda
Karakteristik ini disebut juga artikulasi ganda. Maksudnya adalah bagaimana bahasa itu dihasilkan. Bahasa diciptakan manusia pasti berbeda-beda struktur dan maknanya, maka sering disebut kegandaan.
Kegandaan tersebut merupakan karakteristik bahasa yang paling ekonomis, karena manusia mampu menghasilkan paduan bunyi yang beragam jenisnya, tergantung kemampuan manusia itu sendiri. Berbeda dengan binatang yang hanya bisa mengucapkan satu kata saja, misalnya anjing yang hanya bisa mengucap guk.
4.    Kesemenaan
Kesemenaan biasa disebut juga Arbitrariness. Jadi, kesemenaan berarti kemanasukaan bahasa. Manusia memiliki pengucapan yang berbeda-beda, karena kemanasukaan bahasanya. Banyak macam-macam bahasa yang dimiliki oleh setiap manusia, yang sering disebut bahasa gaul atau bahasa sehari-hari.
5.    Keterpenggalan
Maksudnya adalah bunyi dipergunakan dalam bahasa yang memiliki makna yang berbeda-beda. Jadi, bahasa bersal dari bunyi, dan bunyi dihasilkan dari alat ucap. Misalnya perbedaan huruf, seperti /p/ dan /b/, pengucapannya sama, tapi berbeda fonem. Maka karakteristik ini disebut keterpenggalan karena bunyi bahasa dianggap terpenggal.
6.    Transmisi Budaya
Meskipun bahasa itu berdasarkan faktor gen (keturunan), tapi faktor terpenting dalam bahasa adalah sebuah lingkungan. Misalkan seorang dari bangsa Melayu, pasti dia bisa menguasai Bahasa Inggris jika dia tinggal di Inggris. Jadi, bahasa apa yang pertama dikuasai oleh seseorang sangat bergantung pada pengaruh lingkungannya.





FUNGSI BAHASA

Menurut “Hipotesis Whorf-Sapir”, bahasa menentukan corak suatu masyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Salah satu cara untuk berinteraksi sesama manusia adalah sebuah bahasa. Bahasa merupakan alat untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan gagasan kepada orang lain.
Jakobson berpendapat bahwa bahasa didasari oleh aspek bahasa seperti addresser, context, message, contact, code, dan addresse. Kemudian berikut Finocchinario membagi enam fungsi-fungsi bahasa sebagai berikut :
1.      Fungsi Emotif
Bahasa berfungsi untuk mengungkapkan perasaan atau emosi. Kemudian fungsi emotif bertumpu pada aspek penutur (addresser).
2.      Fungsi Refensial
Bahasa berfungsi untuk membicarakan sesuatu sesuai dengan topik tertentu. Kemudian fungsi refensial bertumpu pada aspek konteks (context).
3.      Fungsi Puitik
Bahasa berfungsi untuk menyampaikan amanat atau nasehat. Fungsi puitik bertumpu pada aspek amanat (message).
4.      Fungsi Fatik
Bahasa berfungsi untuk sekadar ingin mengadakan kontak dengan orang lain. Fungsi fatik bertumpu pada aspek kontak (contact).
5.      Fungsi Metalingual
Bahasa berfungsi untuk membahas bahasa itu sendiri. Fungsi metalingual bertumpu pada aspek kode (code).
6.      Fungsi Konatif
Bahasa berfungsi untuk memberi perintah kepada seseorang. Fungsi konatif bertumpu pada aspek lawan bicara (addresse).
Berdasarkan tujuan pemakaian bahasa, Sudaryanto membagi fungsi bahasa sebagai berikut :
1.      Untuk Tujuan Praktis
Bahasa merupakan media yang paling efektif untuk melakukan komunikasi antarpemakainya.
2.      Untuk Tujuan Ekspresi Diri
Bahasa merupakan media untuk menyampaikan segala sesuatu yang tersimpan dalam batinnya. Bahasa juga merupakan pencerminan perilaku seseorang tersebut.
3.      Untuk Tujuan Artistik
Bahasa merupakan media untuk menyampaikan keindahan dari sesuatu yang bersifat fisik dalam duniawi.
4.      Untuk Tujuan Filologis
Bahasa merupakan media untuk memelajari sejarah dan kehidupan manusia di masa lampau. Misalnya mengetahui bahasa Melayu sudah dipergunakan sejak zaman kerajaan Sriwijaya.
5.      Untuk Tujuan Integrasi dan Adaptasi Sosial
Bahasa merupakan media untuk berintegrasi dengan kelompok sosial, serta bisa menyesuaikan diri dengan kelompok masyarakat tertentu.


6.      Untuk Tujuan Kontrol Sosial
Bahasa merupakan media untuk mengatur berbagai kegiatan sosial untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
7.      Untuk Memelajari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Bahasa merupakan media untuk sarana penggalian ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai sekarang ini.
















TIPOLOGI BAHASA DAN BAHASA-BAHASA DI DUNIA

Pastinya sering kita memiliki sebuah pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari benak hati masing-masing bertanya ada berapakah bahasa-bahasa di dunia ini? Akan tetapi, berdasarkan penelitian beberapa ahli bahwa jumlah bahasa di dunia ada sekitar 5000 bahasa dari berbagai negara di dunia.
Sementara itu, bahasa di dunia dapat dikelompokkan atau diklasifikasikan berdasarkan tipologinya. Maksudnya adalah pengelompokan bahasa berdasarkan tipe-tipa bahasa disebut tipologi. Secara garis besar, tipologi bahasa terbagi atas tiga macam, yaitu tipologi struktural, tipologi geografis, tipologi genealogis.
1.      Tipologi Struktural
Adalah pengelompokan bahasa berdasarkan karakteristik struktur bahasa tersebut. Ada beberapa tipe-tipe bahasa dari tipologi struktural, yaitu tipe bahasa aglutinatif, fleksi (infleksi), flekso aglutinatif, isolatif, polisintesis, akusatif, inkoperatif, dan vokalis.
  1. Tipe bahasa aglutinatif adalah tipe bahasa yang hubungan gramatikal dan struktur katanya dinyatakan dengan unsur bahasa yang bebas.
  2. Tipe bahasa fleksi yaitu tipe bahasa yang hubungan gramatikalnya tidak dinyatakan dengan urutan kata, tetapi dengan infleksi (terbentuk oleh perubahan bentuk kata).
  3. Tipe bahasa flekso-aglutinatif merupakan perpaduan tipe bahasa fleksi dengan aglutinatif.
  4. Tipe bahasa isolatif yaitu tipe bahasa yang menyatakan hubungan gramatikalnya bergantung pada urutan kata.
  5. Tipe bahasa polisintesis yaitu tipe bahasa yang menyatakan hubungan gramatikalnya dengan cara melekatkan beberapa morfem yang diimbuhkan secara berturut-turut pada bentuk dasarnya.
  6. Tipe bahasa akusatif adalah tipe bahasa yang memiliki penanda eksplisit untuk menyatakan objek secara langsung.
  7. Tipe bahasa inkoperatif adalah tipe bahasa yang menyatakan hubungan gramatikalnya dengan cara menderetkan morfem-morfem menjadi kata tunggal.
  8. Tipe bahasa vokalis adalah tipe bahasa yang dalam fonotatiknya mengharuskan setiap kata berakhiran huruf vokal.
2.      Tipologi Geneaologi
Menurut tipologi ini, bahasa di dunia ini berasal dari satu induk bahasa. Tipologi geneaologi juga disebut sebagai tipologi genetis. Tipologi geneaologis dikelompokkan menjadi dua kelompok bahasa, yaitu Kelompok Notris dan Austris.
Kelompok Notris terbagi menjadi dua kelompok bahasa seperti Indo-German, Semit-Hamit, dan Ural-Altai. Indo-German terbagi menjadi beberapa kelompok bahasa seperti Germania, Roman, Indo-Irania, dan Slavia. Semit-Hamit yaitu Semit dan Hamit. Ural-Altai terbagi menjadi Fin-Urgis dan Altai.
Sementara itu Kelompok Austris terbagi menjadi dua  kelompok bahasa menjadi Austro-Asia dan Austronesia.
3.      Tipologi Geografis
Tipologi Geografis yaitu pengelompokan bahasa berdasarkan asal-usul geografis. Tipologi Geografis juga disebut sebagai Tipologi Area.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar